KOMODO1
Pulau Komodo (Taman Nasional Komodo) menjadi finalis “7 Keajaiban Dunia Bernuansa Alam” (7 Wonders of Nature). Berkat dukungan semua, Pulau Komodo berhasil melaju ke Babak III vote for New Seven Wonders of Nature menyisihkan kurang lebih 440 nominasi dari 220 negara. Pulau Komodo bergabung bersama 28 peserta lain dari berbagai negara. Penetapan Taman Nasional Komodo (Komodo National Park) sebagai finalis diputuskan oleh “New 7 Wonders Foundation” pada Selasa 21 Juli 2009.
New Open Word Foundation yang bekerjasama dengan United Nation Office for Partnerships berpusat di Swiss kembali menggelar voting untuk menetapkan tujuh keajaiban alam baru (New 7 Wonders of Nature). Setelah Candi Borobudur ter-eliminasi dalam penetapan tujuh keajaiban dunia yang dibuat manusia, kini satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan untuk kategori New 7 Wonders of Nature adalah Pulau Komodo, setelah Danau Toba dan Gunung Krakatau tersingkir di babak pertama Desember 2008 silam.
Masyarakat Indonesia dan dunia yang telah melakukan vote I dan II sebelum 7 Juli 2009 lalu, diajak kembali untuk melakukan vote III dengan menggunakan dua metode: Pertama, memilih dengan cara online melalui website http://www.new7wonders.com. Kedua, memilih melalui telephone (SLI) dengan menekan +41 77 312 4041. Setelah pesan selesai dan terdengar bunyi beep tekan kode 7717 untuk memilih Taman Nasional Komodo.
“New 7 Wonders Foundation” menetapkan Taman Nasional Komodosebagai salah satu dari 28 finalis “7 Keajaiban Dunia Bernuansa Alam” (seven Wonders of Nature) setelah menyisihkan sekitar 440 nominasi dari 220 negara. Penetapan Taman Nasional Komodo sebagai finalis diputuskan oleh “New 7 Wonders Foundation” pada Selasa 21 Juli 2009.

Dukung Pulau Komodo Sebagai 7 Keajaiban Dunia
New Open Word Foundation yang bekerjasama dengan United Nation Office for Partnerships berpusat di Swiss kembali menggelar voting untuk menetapkan tujuh keajaiban alam baru ( New 7 Wonders of Nature ). Setelah Candi Borobudur ter-eliminasi dalam penetapan tujuh keajaiban dunia yang dibuat manusia pada tahun lalu, kini satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan untuk kategori New 7 Wonders of Nature adalah Pulau Komodo, setelah Danau Toba dan Gunung Krakatau tersingkir.
Sobat blogger, ayo vote Pulau Komodo menjadi salah satu New 7 Wonders of Nature, sebagai informasi urutan pertama kini ditempati Grand Canyon disusul Mount Everest dan Danau Loch Ness. Untuk memilih Pulau Komodo, sobat langsung aja ke http://www.new7wonders.com/ klik Vote, pilih Asia dan pilih Pulau Komodo sebagai urutan pertama dari 7 pilihan. Vote Pulau Komodo Now !!!….
Pulau Komodo (Taman Nasional Komodo) menjadi finalis “7 Keajaiban Dunia Bernuansa Alam” (7 Wonders of Nature). Berkat dukungan semua, Pulau Komodo berhasil melaju ke Babak III vote for New Seven Wonders of Nature menyisihkan kurang lebih 440 nominasi dari 220 negara. Pulau Komodo bergabung bersama 28 peserta lain dari berbagai negara. Penetapan Taman Nasional Komodo (Komodo National Park) sebagai finalis diputuskan oleh “New 7 Wonders Foundation” pada Selasa 21 Juli 2009.
New Open Word Foundation yang bekerjasama dengan United Nation Office for Partnerships berpusat di Swiss kembali menggelar voting untuk menetapkan tujuh keajaiban alam baru (New 7 Wonders of Nature). Setelah Candi Borobudur ter-eliminasi dalam penetapan tujuh keajaiban dunia yang dibuat manusia, kini satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan untuk kategori New 7 Wonders of Nature adalah Pulau Komodo, setelah Danau Toba dan Gunung Krakatau tersingkir di babak pertama Desember 2008 silam.
Masyarakat Indonesia dan dunia yang telah melakukan vote I dan II sebelum 7 Juli 2009 lalu, diajak kembali untuk melakukan vote III dengan menggunakan dua metode: Pertama, memilih dengan cara online melalui website http://www.new7wonders.com. Kedua, memilih melalui telephone (SLI) dengan menekan +41 77 312 4041. Setelah pesan selesai dan terdengar bunyi beep tekan kode 7717 untuk memilih Taman Nasional Komodo.
“New 7 Wonders Foundation” menetapkan Taman Nasional Komodosebagai salah satu dari 28 finalis “7 Keajaiban Dunia Bernuansa Alam” (seven Wonders of Nature) setelah menyisihkan sekitar 440 nominasi dari 220 negara. Penetapan Taman Nasional Komodo sebagai finalis diputuskan oleh “New 7 Wonders Foundation” pada Selasa 21 Juli 2009.
Sekedar info, saat ini Pulau Komodo masih berada di peringkat ke-13. So, Alamendah’s Blog mengimbau kepada semua warga Indonesia (terutama para bloger) untuk mendukung Taman Nasional Komodo menjadi 7 Keajaiban Dunia Bernuansa Alam” (7 Wonders of Nature). Karenanya silahkan langsung meluncur
Tahukah kamu apa Pulau Komodo itu dan dimana keberadaannya? Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Sesuai dengan namanya, di Pulau Komodo terdapat reptil raksasa yang mempunyai ukuran paling besar di dunia. Reptil yang tidak lazim adalah biawak Komodo yang dipercaya sebagai sisa binatang purba Dinosaurus yang mencapai 140 kg. Menakjubkan bukan?

Satwa ini memang hanya terdapat di Nusa Tenggara Timur, Padar dan Rinca serta beberapa pulau kecil yang terpampang di antara pesisir barat Sumbawa dan pesisir utara, Flores. Komodo senang berada di dalam liang-liang tanah, kandang juga terdapat di bawah batu atau akar pohon. Reptil ini dapat bergerak dengan cepat. Dan hebatnya, binatang ini juga dapat berenang di air. Ternyata, Komodo memiiki kemampuan yang luar biasa juga…

Selain itu, reptil yang sering disebut “Naga Komodo ini
memiliki Geligi dan mulut yang merupakan mimpi buruk bagi semua korbannya. Dipenuhi kuman dan bakteri yang mematikan, geligi dan mulut seekor komodo memiliki peran yang vital dalam memburu mangsa. Komodo biasanya memakan hewan yang usianya relatif muda ataupun hewan yang terluka karena lebih mudah diburu. Akan tetapi, komodo yang bertubuh besar itu kadang menyerang hewan ternak yang berukuran besar pula. Seekor komodo cukup menggigit korabannya satu kali saja. Kemudian ia akan mengikuti mangsanya selama berhari-hari apbila perlu. Kuman dan bakteri akan mematikan mangsanya cepat atau lambat. Saat hewan ini mati,tiba pulalah saat bagi sang komodo untuk berpesta ria menikmati hidangan lezat..

Pada perairan di Pulau Komodo, juga terdapat perairan yang termasuk keajaiban dunia bawah air. Dasar laut peraiaran komodo adalah yang terbaik di dunia, permukaan lautnya dapat menyembulkan daratan -daratan kering yang berbukit karang. Memang, jika dipikr – pikir… Pulau Komodo sangatlah pantas untuk dimasukkan ke dalam jajaran daftar keajaiban di Indonesia, bahkan hingga dunia sekalipun !!!!

Selain hewan komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam. Misalnya kayu sepang, yang oleh warga sekitar digunakan sebagai obat dan bahan pewarna pakaian. Ada juga pohon nitak atau Sterculia oblongata yang di yakini berguna sebagai obat yang mempunyai biji gurih seperti kacang polong. Setelah kita tahu, ternyata, beragam juga ya keunikan-keunikan yang ada di pulau ini…

Lain lagi dengan yang demikian, ada lagi suatu tempat yang cukup menarik untuk kita amati. Terletak diantara pulau Sumbawa dan Flores. Taman Nasioanal Komodo dibangun sebagai tempat konservasi bagi para komodo. Pada tahaun 1986, 6 tahun setelah dibentuknya taman ni , UNESCO menjadikan Taman Nasional Komodo ini menjadi World Heritage Site sekaligus Man and Biosphere Reserve. Taman ini terdiri dari tiga pulau uatam, yakni Pulau Komodo, Rinca, dan Padar. Taman ini juga merupakan rumah bagi setidaknya 1000 species ikan, ratusan species karang, dan 70 jenis tanaman sponge. ikan hiu, paus, pari, penyu, ikan duyung, dan lumba – lumba juga lengkap. Kemudian di sini juga ditemukan 11 gunung atau bukit 735 meter๏‚ฑdengan puncak tertinggi, yaitu Gunung Santalibo dengan ketinggian dpl.. Sungguh menakjubkan!

Baru – baru ini Pulau Komodo ditetapkan sebagai nominasi keajaiban dunia bersama tempat – tempat lain yang menakjubkan di seluruh dunia. Mari kita dukung dan doakan agar Pulau Komodo berhasil menjadi salah satu keajaiban dunia menggantikan Candi Borobudur sebakai Ikon Indonesia. Kita dapat mengikuti polling 7 keajaiban dunia yang diadakan vote7.com. Mari kita pilih Pulau Komodo agar dapat masuk 7 keajaiban dunia. Setiap orang hanya dapat memilih 7 nominasi

KOMODO SALAH SATU BINATANG KEBANGGAN INDONESIA

PROPINSI NTT sejak 2007 sudah dicanangkan sebagai daerah unggulan baru pariwisata di kawasan timur Indonesia. Pencanangan itu antara lain bertujuan menjadikan NTT sebagai gerbang Asia-Pasifik berbasis pariwisata, seni, dan budaya.

Salah satu icon pariwisata di NTT adalah komodo (varanus komodoensis), kadal raksasa yang terdapat di Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Pemerintah sudah melindungi binatang purbakala itu dengan menetapkan kawasan seluas 173.300 hektar (ha) yang terdiri dari 40.728 ha daratan dan 132.572 ha laut, sebagai Taman Nasional Komodo (TNK) pada 6 Maret 1980. Dalam kawasan ini ada tiga buah yakni Pulau Komodo (33.937 ha), Pulau Rinca (19.627 ha) dan Pulau Padar (2.017 ha).

Tahun 1986 kawasan ini ditetapkan sebagai Cagar Biosfer. Tahun 1991 UNESCO mengukuhkan binatang komodo sebagai warisan dunia di Indonesia. Tak bisa dipungkiri lagi daya tarik kadal raksasa ini bagi dunia pariwisata. Maka tak ada alasan bagi siapa pun untuk menyelamatkan binatang purbakala itu dari kepunahannya. Kelestariannya hanya bisa dijaga dengan menjamin agar alam lingkungannya tetap asli, tidak dirusak. Flora dan fauna yang berada dalam kawasan itu saling mendukung.

Populasi komodo pada tahun 2000 terdata 1.009 ekor di Pulau Komodo dan 1.001 ekor di Pulau Rinca. Data tahun sebelumnya di Pulau Komodo ada 1.062-1.772 ekor komodo sedangkan di Pulau Rinca berkisar 1.110- 1.344 ekor. Pendataan oleh BTNK tahun 2003, tercatat ada 2.616 ekor komodo yang hidup di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Jumlah ini turun drastis pada tahun 2005 yakni 2.535 ekor. Disebutkan bahwa komodo yang masih kecil banyak yang mati karena kesulitan mendapatkan makanan.

Penurunan ini akibat terganggunya ekosistem habitat komodo selain tekanan-tekanan alam pada habitatanya termasuk berkurangnya mangsa utama komodo. Sejumlah faktor yang mempengaruhi penurunan populasi komodo antara lain, kerusakan habitat asli akibat ulah manusia diantaranya pembakaran hutan dan areal lain dalam TNK, perburuan liar terhadap mangsa utama komodo yakni rusa, selain tekanan-tekanan alam dan manusia. “Jelas kita semau bisa lihat ada trend penurunan populasi komodo lima tahun terakhir akibat berbagai tekanan yang dialami binatang ini. Kalau kita semua tidak bersama menjaga kelestarian dari satwa langka ini maka diprediksi dalam rentang waktu dekat dan menengah sekitar 10-20 tahun mendatang binatang ini bisa punah,” kata Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Drs. Tamen Sitorus.
Sesuai hasil survai yang dilakukan berbagai elemen bidang pariwisata, komodo masih menjadi “magnet utama” bagi kunjungan wisatawan. Kebanyakan turis yang datang ke TNK, tujuan utamanya adalah ingin melihat komodo selain menikmati keindahan alamnya. Sitorus mengakui wisatawan mancanegara yang berwisata ke Mabar tujuan utamanya adalah melihat binatang komodo.
“Turis yang datang pertama kali di daerah ini hanya punya satu tujuan utama yakni melihat komodo. Dan apabila turis yang sama itu datang lagi maka untuk lihat komodo bukan lagi tujuan utama tapi mereka itu datang hanya untuk menyelam serta menikmati panorama laut serta wisata alam lainnya,” kata Sitorus. Kunjungan turis tahun ini sudah mencapai 7.347 orang. Tahun 2006 turis yang datang ke TNK mencapai 17.673 orang, 2007 meningkat menjadi 20.069 orang. Perkembangan yang menggembirakan dan menggairahkan.
Namun salah satu masalah yang dihadapi ialah sarana prasarana penunjang seperti hotel/penginapan, restoran, transportasi dan komunikasi. Di bidang komunikasi, internet dan jaringan telepon masih menjadi kendala. Sudah ada sebuah hotel berbintang namun masih dirasakan masih kurang. Karena itu pada tahun depan sudah ada pembangunan satu buah hotel berbintang lagi berstandar internasional.

Masalah lainnya, para wisatawan kebanyakan masuk dari NTB dan langsung ke Pulau Komodo maupun Pulau Rinca untuk melihat komodo. Ini tantangan bagi Pemkab Mabar untuk menjadikan Labuan Bajo memiliki daya tarik tersendiri agar para turis mau datang ke Labuan Bajo, entah sebelum atau sesudah ke Pulau Komodo. Sesuai sejarah, binatang purbakala itu sudah menyatu dengan manusia di Pulau Komodo. Warga Kampung Komodo sampai sekarang menganggap komodo sebagai nenek moyang mereka yang harus dihormati.
Isaka Mansyur, warga Kampung Komodo, mengisahkan pada jaman dahulu hiduplan seorang putri di Pulau Komodo dan warga setempat menyapanya dengan Putri Naga. Sang putri kemudian menikah dengan seorang pemuda bernama Majo. Lahirlah anak kembar dari pasangan ini, seorang bayi lak-laki dan seekor naga.
Anak laki-laki diberi nama Gerong dan dibesarkan di dalam kampung, sedangkan naga tadi diberi nama Ora dan dibesarkan di hutan. Kakak beradik ini tidak saling mengenal. Beberapa tahun kemudian, Gerong berburu di hutan. Gerong hendak membunuh rusa, tapi mendadak hadir seekor kadal besar dari semak belukar dan berusaha menyelamatkan rusa itu. Gerong berusaha tetapi tidak mampu sebab kadal itu sudah menguasai rusa. Gerong marah dan mengangkat tombaknya hendak membunuh kadal raksasa itu. Saat itu tiba-tiba muncul pula seorang wanita cantik. Wanita itu mengatakan kepada Gerong bahwa kadal itu adalah saudaranya sendiri yang bernama Ora, jangan dibunuh. Sampai saat ini, warga Kampung Komodo masih menganggap komodo sebagai Ora, saudara mereka sehingga bisa hidup berdampingan satu sama lain.

Warga setempat sulit untuk dipisahakan dari komodo. Pernah, suatu ketika pemerintah berencana memindahkan penduduk Kampung Komodo ke tempat lain. Saat itu sebagian besar komodo menghilang dari pulau itu. Mereka baru muncul kembali setelah pemerintah membatalkan rencananya

 

sumber : http://andrenugie.ngeblogs.com/2009/12/29/komodo-sebagai-salah-satu-tujuh-kajaiban-dunia/